IMG_1982

Menteri Agama Lukmah Hakim saat jumpa pers Launching 10.000 hafidz di Gedung KEMENAG RI (9/3/14)

 

JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan program 10.000 Hafidz santri dalam rangka menjaga tradisi yang baik untuk melahirkan sejumlah intelektual muslim. Hal ini disampiakan Menag dalam konfrensi pers di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (9/03). “menjaga tradisi yang sudah baik, untuk melahirkan intelektual muslim serta menjadikan kiblat pendidikan islam dunia”. Tegas Menag.

Lebih lanjut, Menag mengatakan, program Hafidzh ini akan dilaksanakan hingga lima tahun untuk mencetak para hafidzh dengan sentuhan pemerintah. “sasaran program ini adalah santri yang belajar di pondok pesantren Tahfizh Al-Qur’an yang berusia 7 sampai dengan 18 tahun” terangnya.

Program ini didesain untuk mencetak Santri hafizh Al-Qur’an dan terbangunnya budaya cinta membaca dan menghafal al-Qur’an. “melalui program ini,  kita menjaga, memelihara dan mengembangkan program yang bersentuhan ajaran agama Islam”. Jelas Menag.

Pada paparan yang disampaikan, Menag menjelaskan, dalam implementasi program tersebut, setiap tahun akan dihasilkan 2.500 hafidzh, maka tahun 2019 bisa menghasilkan 10.000 hafidz. “paling lama 2 tahun para santri bisa selesai menghafalkan al-Qur’an”. Tegas Menag.

Related posts:


Category: Berita