img_0673

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (tengah) dalam sambutan kegiatan di Serpong 27-29 September 2016

 

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menyelenggarakan kegiatan “Evaluasi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren”, yang dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, pada 27 September 2016 di Hotel Soll Marina Serpong. Kegiatan yang diikuti oleh kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/TOS dari seluruh provinsi ini membahas sejumlah agenda dan perkembangan program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam menitikberatkan bahwa program unggulan seperti Program Indonesia Pintar dan kegiatan lainnya harus menjadi perhatian dan hendaknya diprioritaskan. “Untuk itu, Kepala Bidang diminta untuk mengambil langkah-langkah yang produktif,” tegas guru besar UIN Makassar.

Di sisi lain, Direktur Jenderal menegaskan “Pondok Pesantren itu memiliki independensi dan karakter yang berbeda dengan layanan pendidikan lainnya, seperti madrasah atau perguruan tinggi. Untuk mengelolanya, diperlukan kemampuan dan pengetahuan yang memadai tentang pesantren”. Untuk itu, para Kepala Bidang diminta untuk berintegrasi dengan dunia pondok pesantren di lapangan. “Kepala Bidang hendaknya berperan lebih dari sekedar pejabat yang melakukan tata kelola urusannya di kantor, tetapi juga melebur dan berinteraksi dengan pondok pesantren di lapangan guna merawat dan menjaga agar pondok pesantren dapat menjalankan fungsinya, baik sebagai lembaga pendidikan, dakwah, maupun pengembangan masyarakat dengan baik”, tegas pria kelahiran Sulawesi Selatan, 5 Januari 1969.

Di bagian lain, Direktur Jenderal juga mengajak agar di awal tahun anggaran, para Kepala Bidang dapat mengusulkan kegiatan atau program unggulan yang strategis guna mengembangkan pendidikan diniyah dan pondok pesantren yang lebih baik. “Kita dituntut untuk melakukan inovasi dan kreasi yang strategis”, papar Dirjen. Untuk itu, diperlukan diskusi dan curah gagasan dari para kepala bidang.

Dalam pertemuan itu juga dibahas tentang pemantapan sejumlah program tertutama yang terkait dengan Hari Santri 2016, seperti pelaksanaan Pospenas (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren), Budaya Menulis Alquran, Lomba Foto dan Cerpen, Halaqah, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Related posts:


Category: Berita