IMG_8907

Kasubag Tu Ditpdpontren, Abdul Rouf (kiri) Bersama Dirjen Pendis, Kamaruddin Amin (tengah) dan Direktur Pdpontren, Mohsen (kiri) doc. Tu Pontren/aqsho

Ditpdpontren – Bogor – saat ini pondok pesantren diisukan menjadi pendidikan yang mengajarkan radikal, merespon adanya isu tersebut melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI mengelar Seminar Deradikalisasi Pondok Pesantren yang di laksanakan di hotel Grand Diara puncok bogor pada tanggal 18-20 Agustus 2016.

Acara tersebut bertepatan 1 hari setelah peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 71 tahun, ini semua bertujuan menumbuhkan rasa Nasionalisme, menamkan jiwa berbangsa dan bertanah air Indonesia, tutur Mohsen.

Seminar ini dihadiri oleh Prof. Dr. Kamaruddin Amin, MA, Prof. Dr. Ishom Yusqi, MA dan narasumber Dr. Abdul Muqsid Ghozali, Prof. Dr. Syafiin Mufid, Dr. Rohmad Mulyana, M.pd serta dihadiri para pengasuh pondok di seluruh Indonesia.

Menurut Prof.Dr.Kamarudin Amin selaku Dirjen Pendis di Kementerian Agama RI dalam sambutannya, pondok pesantren di Indonesia itu mempunya pendidikan yang sangat luar biasa, dan pendidikan pondok pesantren itu sebagai pusat pendidika  bukan sarang radikal”.

Di Indonesia islam yang mayoritas penduduknya beragama islam, Indonesia kedepannya akan menjadi pusat peradapan islam didunia, radikal itu hanya ditimbuklan dengan adanya gerakan diskriminasi gender,  ketidakadilan, radikal global dan sekteralisme, Negara Indonesia adalah Negara yang demokratif, damai, toleran dan moderat seperti yang diajarkan di pondok pesantren Indonesia, tutur Kamarudin.

Di kementerian Agama RI, melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren sudah menpunyai mimpi untuk menjadikan islam Indonesia sebagai rujukan diberbagai sudut, dan elemen-elemen lainnya, tambah dirjen pendis.

Bukti di Ditpdpontren sudah meluncurkan program perguruan tinggi islam seperti Ma’had Ali, ini menjadi salah satu perguruan tinggi islam di Indonesia melalui pondok pesantren, Ma’had Ali sudah diresmikan 13 ma’had ali ditahun 2016 di seluruh wilayah Indonesia, kedepannya tahun 2017 di anjurkan seluruh Indonesia bahkan setiap provinsi harus ada Ma’had Ali, ini semuanya bertujuan merawat islam di Indonesia, tambah kamarudin. (ady/red)

Related posts:


Category: Berita