Budayakan Kitab Kuning, Rumah Kitab Kuning Jadi Lokomotif di Palu

Direktur PDPontren
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Halaqah ToT Cara Cepat Baca Kitab Kuning yang diselenggarakan oleh Rumah Kitab Kuning Palu dan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada tanggal 27-29 Mei 2016 di Wisma Haji Transit Provinsi Sulawesi Tengah. (Dokumentasi foto: Wahyudi Dja’far)

Ditdppontren, Palu – Pondok pesantren dan kitab kuning tidak pernah terpisahkan. Kitab kuning sebagai salah sumber referensi bagi masyarakat pesantren harus terus terjaga. ini yang menjadi salah satu ciri kekhasan pesantren di Indonesia.

Darlis sebagai Direktur Rumah Kitab Kuning di Palu menggambarkan betapa pentingnya pembudayaan kajian kitab kuning. Dalam sambutannya pada acara Halaqah Training of Trainer (ToT) Cara Cepat Baca Kitab Kuning di Asrama Haji Transit Provinsi Sulawesi Tengah, Darlis membuat formulasi cara cepat membaca sekaligus memahami kitab kuning yang dikemas dalam susunan materi Halaqah, Palu (27/5).

Pada Halaqah tersebut juga dihadiri oleh para pemateri dari kalangan pegiat kepesantrenan yang umumnya merupakan lulusan dari Timur Tengah, diantaranya, Dr. H. Ahmad Sehri, Lc., MA., Dr. Ali Aljufri, Lc., MA., H. Aliasyadi, Lc., MA., Citrawan Djiho, Lc., M.Pd., dan Drs. H. Abdullah Nur, M.Th.I.

Selain itu, Halaqah tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen. Di hadapan dua puluh lima peserta Halaqah dari kalangan pesantren, Mohsen yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairat sangat mengapresiasi kehadiran Rumah Kitab Kuning di Palu. “Kitab kuning merupakan rukun/syarat sebuah pesantren. Kehadiran Rumah Kitab Kuning di Palu diharapkan dapat menjadi lokomotif untuk menguatkan kembali kajian kitab kuning di pesantren”, tegasnya.

Tema Halaqah ini difokuskan pada metode-metode praktis dan cepat dalam menguasai pembacaan kitab kuning. Bagaimana para santri akan terbiasa menjadikan kitab kuning sebagai sumber referensi keilmuan keislaman di pesantren dan masyarakat. Tambahnya.

Menariknya, dalam Halaqah ini para peserta diberikan metode pengajaran ilmu Nahwu. Ilmu Nahwu yang seringkali menjadi momok menakutkan bagi para santri memaksa Rumah Kitab Kuning memformulasi metode pengajaran ilmu Nahwu yang praktis dan menyenangkan bagi para santri. (wd/hi/ah)

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *