Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada satuan pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) terus dilakukan oleh Kementerian Agama RI. Salah satunya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para guru dalam mengajarkan kitab kuning kepada para santrinya. MDT yang sudah tumbuh berkembang di masyarakat sejak Indonesia belum merdeka perlu mendapatkan perlakuan semestinya.

lebih lanjut dikatakan, tradisi penguasaan mengakses kitab kuning yang ada di pondok pesantren penting dihidupkan di lingkungan Madrasah Diniyah karena Madrasah Diniyah Takmiliyah sejatinya merupakan anak kandung dari pesantren. Program ini sebagai upaya untuk memperkuat tafaqquh fiddin dikalangan guru Madrasah Diniyah.

Guru Diniyah juga harus merasa tertantang untuk menciptakan kreasi inovasi lain dalam penguasaan kitab kuning yang cocok dan sesuai dengan suasana pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Untuk memberikan penguatan dalam mengakses kitab kuning dilingkungan madrasah Diniyah Takmiliyah, Direktorat PD. Pontren Subdit Diniyah Takmiliyah mengadakan Workshop yang bertema Penguatan Kompetensi Guru/Ustadz mengakses Kitab kuning angkatan IIdi Bogor tanggal 15 sd 17 Oktober 2014.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Seluruh Pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dan Kepala Madin se- Indonesia termasuk pengurus FKDT Sumsel (M.Soni,S.Pd.I,M.Si) dan Kepala Madin Takmiliyah As-sanadiyah Palembang (Suskito,M.Pd.I).

Tujuan diadakan kegiatan tersebut untuk penguatan dan kesiapan Progam Metode Cepat baca kitab kuning (Amsilati) dijepara.

Menurut Direktur PD.Pontren Dr.H. M.Husen,MM, (Direktur PD.Pontren baru) dan Kasubdit Diniyah Takmiliyah Dr.H. MS.Burhanuddin, bahwa guru Madrasah Diniyah Takmiliyah se- Indonesia akan dikirim belajar Metode Cepat baca kita kuning (Amsilati) di Ponpes Al-Falah Bangsri Jepara yang diasuh oleh KH.Taufiqul Hakim (Pengarang Amsilati).yang tahun 2013 berjunlah 75 orang,dan Alhamdulillah tahun 2014 ini betambah mejadi 150 orang.

Untuk pulau Jawa 3 Guru/Ustadz sedangkan luar jawa 2 orang guru/ustadz setiap madrasah Diniyah Takmiliyah atau setiap Provinsi hanya 2 atau 3 Madrasah Diniyah Takmiliyah, semua pembiayaan dan keperluan guru/ustadz akan ditanggung oleh Kemenag RI Direktorat PD Pontren selama belajar Metode Cepat baca kitab kuning (Amsilati) dijepara.

“Alhamdulilah Sumatera Selatan mendapatkan jatah 2 Madrasah Diniyah Takmiliyah yaitu Madrasah Diniyah Takmiliyah As-sanadiyah 1 guru/Ustad dan Satu guru diambil dari guru/Usadz Madrasah Diniyah Takmiliyah Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Palembang, serta dari Madin Takmiliyah Darus salam OKI 2 guru/Ustadz,“ujarnya.

Ia juga mengatakan, kegiatan tersebut insya allah akan dilaksanakan dalam akhir tahun 2014 atau sebelum tahun 2015, pengurus FKDTSumsel akan berkordinasi dan meminta saran serta petunjuk kepada Kemenag Sumsel dan Kemenag Kab/Kota dalam kegiatan tersebut sehingga berjalan baik dan lanca.

Sementara itu Kasubdit Diniyah Takmiliyah Dr. Mamat S. Burhanuddin, di sela-sela acara pembekalan/Workshop tersebut mengatakan bahwa para guru akan mendapat tugas untuk membentuk semacam Kelompok Kerja Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (KKG-MDT) selepas mereka mondok di Al-Falah untuk mendesiminasikan keterampilan dan kemampuan baca kitab kuning kepada kolega guru lainya di masing masing daerahnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa program penguatan pembelajaran kitab kuning akan ditingkatkan terus menerus dalam rangka mengembalikan ruh Madrasah Diniyah yang selama ini telah dirasakan manfaatnya dikalangan masyarakat.

Related posts:


Category: Direktur Menyapa

Tags: ,