Share

IMG_1812

Tanggal 22 Oktober menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ditetapkannya hari santri oleh Presiden Republik Indonesia melalui keputusan Presiden nomor 22 Tahun 2015 yang ditetapkan pada tanggal 22 oktober sebagai hari santri, merupakan bukti pengakuan dan penghargaan pemerintah terhadap para Ulama dan santri yang telah berperan besar dalam mempertahankan dan memperjuangkan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari ancaman agresi militer Belanda kedua.

Sebagai negeri yang mayoritas penduduknya Muslim, seruan jihad yang disampaikan oleh para Ulama menjadi spirit dan kekuatan yang luar biasa. Ketidak adilan dan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh para penjajah, menjadi musuh bersama dan mampu menyatukan seluruh umat Islam untuk bangkit bersatu melawan. Tidak sedikit Kiai dan santri yang gugur, dengan semangat jihad fi sabilillah, bangsa Indonesia berhasil mempertahankan NKRI.

Sayangnya, perjuangan para ulama belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Sejarah perjuangan kemerdekaan yang selama ini beredar di masyarakat dalam buku-buku, jarang sekali menceritakan tentang hal itu. Bahkan umat Islam sendiri seolah-olah tidak begitu mempersoalkan keadaan tersebut. Dengan adanya hari santri membawa angin segar dan umat Islam di seluruh pelosok negeri menyambut gembira, dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan. Setidaknya bangsa Indonesia menghargai setiap perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh siapapun.

Direktoran Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI pada tahun 2016 ini, akan memperingati hari santri dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bernuansa semangat keislaman dan kebangsaan. Bahkan sejak bulan Agustus sampai September sudah dimulai beberapa rangkaian kegiatan, yaitu dengan mengadakan lomba fotografi, lomba menulis cerpen kategori santri dan lomba cerpen kategori umum, dengan tema ‘Dari Pesantren untuk Indonesia’. Lomba tersebut melibatkan para santri dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, selanjut Gebyar hari santri menampilkan pameran karya-karya santri serta music religi.

Dengan diperingatinya hari santri, diharapkan bisa mengilhami dan meneladani spiritualitas, semangat perjuangan dan kebersamaan seperti yang telah dilakukan oleh para ulama dan santri terdahulu. Peran para Ulama dan santri sangat berpengaruh dan dibutuhkan dalam membangun bangsa yang sedang berkembang ini. Apalagi ditengah-tengah isu radikalisme yang akhir-akhir ini seringkali dikait-kaitkan dengan pondok pesantren, seolah-olah para ulama dan santri terlibat didalamnya. Padahal, sejak berdirinya sampai saat ini, Pondok Pesantren di seluruh Indonesia tidak pernah mengajarkan ajaran radikalisme dan anarkisme apalagi terorisme.

Resolusi Jihad yang ditetapkan oleh para ulama untuk membangkitkan semangat jihad umat Islam di seluruh pelosok negeri dalam berjuang mengusir penjajah, melawan penindasan dan mempertahankan kedaulatan NKRI, menjadi bukti sejarah yang tidak terbantahkan tentang semangat nasionalisme dan kecintaan umat Islam terhadap tanah air Indonesia.

Namun, tentunya tantangan zaman terus berubah. Jika dahulu musuh bersamanya adalah penjajahan dan tujuan utamanya kemerdekaan, saat ini berbeda. Mudahnya masuk kebudaya barat dan kemajuan teknologi, sering kali memberi dampak yang negatif, khususnya pada generasi muda Indoneisa. Krisis moral dan akhlaq tidak terelakan lagi, media masa hampir setiap hari memberitakan kejadian-kejadian miris tersebut. Disinilah peran pesantren sangat dibutuhkan.

Pesantren sebagai “penjara suci” dan kawah candra dimuka, telah terbukti memberikan kontribusi signifikan bagi bangsa ini. Keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlakul karimah menjadi ciri khas pesantren yang terus dipertahankan. Menjaga tradisi, sopan santun, kesederhanaan, kejujuran, kebersamaan, perdamaian dan cinta tanah air sebagai identitas santri, harus tetap dilestarikan. Dari Santri untuk Indonesia Selamat hari santri tahun 2016.

Related posts:


Category: Direktur Menyapa