Direktur PD PONTREN: Singkronisasi Program Menjadi Keharusan

IMG_1812
Direktur PD Pontren DR. H. Mohsen (Doc. Pd. Pontren)

 

JAKARTA – Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren mengadakan Rapat Koordinasi bersama Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah seluruh Indonesia. Rakor ini bertujuan untuk singkronisasi program nasional antara pusat dan daerah.

Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menjelaskan, pentingnya mengembalikan kemandirian pondok pesantren melalui dua aspek yaitu; Menciptakan kewirausahaan pada pondok pesantren dan Memberikan keterampilan kepada para santri.

Lebih lanjut, dalam pengembangan pesantren, misi utamanya adalah menciptakan kader ulama, konsentrasi kita adalah program Tafaqquh Fiddin dan solusinya adalah melalui program Pendidikan Diniyah Formal.

Disamping itu, menurut Direktur, ada Program Unggulan Nasional terkait dengan program Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren yakni program pengembangan Pesantren Maritim, agar pesantren-pesantren dibilangan pesisir pun memiliki kemandirian.

Ada tujuh program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2015; Program 10.000 Hafizh Al-Quran, Pendidikan Kader Ulama, Program Takhasus Tafaqquh fiddin, Pengembangan Pesantren Bahari, Pengembangan Lifeskill dan Enterpreneurship, Pendidikan Keagamaan Terpadu di Daerah P3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan), terakhir Kemitraan Lembaga.

Untuk mensukseskan program tersebut, perlu adanya dukungan seluruh elemen pemangku kebijakan, termasuk kepala bidang PAKIS seluruh Indonesia. Oleh karena itu, jalinan kerjasama yang kuat antara pusat dan daerah dalam mendukung program dan anggaran menjadi keniscayaan, sehingga tujuan program pengembangan pesantren tersebut dapat tercapai.

Related posts:

One thought on “Direktur PD PONTREN: Singkronisasi Program Menjadi Keharusan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *