Isom: Direktorat Pontren Perlu Menyiapkan Program Terobosan

Sekretaris
Foto: (dari kiri) Kasubbag Tata Usaha Ditpdpontren Abdul Rouf , Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Isom Yusqi, Kasubdit Pendidikan Kesetaraan Sastra Djuanda, Kasubdit Pendidikan Pesantren Ainurrofiq (Dokumentasi Ditpdpontren, Aqso Himam)

Ditpdpontren, Tangerang – Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) sudah mulai menyusun program tahun 2017. Penyusunan program ini melibatkan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam serta Seksi Perencanaan dan Informasi dari seluruh Kanwil Kemenag Propinsi.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Isom Yusqi seusai menghadiri Trilateral Meeting bersama Bappenas dan Kementerian Keuangan menyampaikan tentang pagu indikatif Ditjen Pendidikan Islam tahun 2017 yang mengalami kenaikan menjadi 45,8 trilyun yang 97% sebaran anggarannya berada di Kanwil Kemenag Propinsi.

Meskipun anggaran Ditpdpontren juga mengalami kenaikan, akan tetapi sangat disayangkan belum memenuhi target lonjakan kenaikan anggaran. “Semestinya Ditpdpontren mampu menembus angka 1,2 trilyun. Meski demikian diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakah diniyah dan pondok pesantren lebih luas lagi”, kata Isom, Tangerang (26/5).

Terkait dengan penyusunan program, Ditpdpontren diminta untuk menyiapkan program-program terobosan yang proyeksinya mampu menatap hingga puluhan tahun ke depan. Sebelumnya, Ditpdpontren tidak pernah membayangkan ada santri pondok pesantren yang kuliah sains dan mampu bersaing dengan mahasiswa umum lainnya pada universitas unggulan. Namun melalui program terobosan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) saat ini hal itu dapat diwujudkan, Isom menambahkan.

Perlunya program terobosan juga harus menyentuh aspek peningkatan mutu dan daya saing. Selama ini 60% dari anggaran Ditjen Pendidikan Islam masih pada aspek pemerataan akses. “Program yang mengarah pada peningkatan mutu masih minim, lebih banyak fokus pada akreditasi saja”.

Seperti halnya PBSB yang diproyeksikan akan melahirkan tokoh-tokoh dan pengelola negara ini dari kalangan santri, program terobosan tahun 2017 juga haruslah unik dan tidak disangka-sangka serta mampu melintasi batas waktu hingga beberapa dekade ke depan. Isom mengakhiri. (hi/ar/ah)

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *