Menag: MoU dengan BKPM sebagai implementasi nawa cita

foto
Foto : Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) bersama Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (Kiri) dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani (Kanan) saat Konferensi Pers menjelaskan isi MoU antara Kemenag dan BKPM tentang Pengembangan SDM Untuk Mendukung Kegiatan Investasi di Sektor Industri, Gresik, Minggu (23/08).

Ditpdpontren, Gresik – Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik menjadi tempat terjalinnya kerjasama antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gresik, Minggu (23/08).

Kerjasama ini dimaksudkan untuk memfasilitasi ketersediaan tenaga terampil dari kalangan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Kemenag untuk memenuhi kebutuhan industri seiring masuknya investasi.

Dalam Konferensi Pers yang diadakan di Pesantren Qomaruddin, Ketua BKPM Franky Sibarani mengungkapkan dalam kerjasama ini pihaknya memfasilitasi dan menghubungkan kebutuhan kalangan dunia usaha dengan pesantren.

“Kalangan dunia usaha dengan aktivitas investasinya dan pesantren dengan potensi tenaga kerjanya, haruslah sinergis agar tujuan pembangunan tercapai, yakni perekonomian maju dan tenaga kerja dapat terserap”, ujar Franky.

Lebih jauh, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa MoU ini merupakan proses mengimplementasikan isi Nawa Cita. Dan MoU ini setidaknya memuat tiga point dari butir Nawa Cita tersebut.

Point tersebut antara lain sebagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pendidikan. Kemudian mengupayakan peningkatan produktifitas dan daya saing bisa kita pertahankan khususnya di dunia pasar internasional. Dan yang terakhir adanya keselarasan antara dunia pendidikan keagamaan dengan dunia industri, papar Lukman Hakim.

Lebih lanjut Menko Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, MoU yang terjalin ini merupakan bagian dari upaya yang akan membawa pesantren ke dalam proses kegiatan pembangunan.

“Pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam dewasa ini merupakan bagian dari porses pembangunan, bukan hanya sekedar sebagai penerima manfaat dari kerjasama ini saja”, tambahnya.

Darmin menambahkan, pendidikan yang sudah berjalan harus ada yang bisa ditambahkan. Bahwa dunia pesantren dengan etos kerjanya yang lebih baik agamanya tentu akan lebih bagus. Hanya tinnggal menambahkan kebutuhan dan kompetensi tertentu sehingga mampu memperoleh sertifikasi tertentu. (HI/HA/AR).

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *