Pendidikan Islam di Mata Media

Menag Lukman Hakim Saifuddin sedang memberikan sambutan dalam acara Seminar Media di gedung Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng.
Menag Lukman Hakim Saifuddin sedang memberikan sambutan dalam acara Seminar Media di gedung Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng.

Jakarta – (11/16) Kementerian Agama mengelar kegiatan Seminar Media Monitoring, Seminar ini dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Jajaran Eselon 1 dan 2 serta Staf lainnya dilingkuan Kementerian Agama, Johan Budi (Juru Bicara Presiden) turut hadir pula Ahmad Kurniawan (Praktisi Jurnalis) dan Andi Imron (Konsultasi Komunikasi).

Seminar Media Monitoring ini dimulai pembukaan oleh Sekjen Kemenag Nur Syam dilanjut Pemateri Johan Budi, menurut Johan Budi media ini merupakan penentu kebijakan, karena media ini sebagai alat pertimbangan yang strategis, media juga memberikan informasi  secara lebih cepat serta menjaga citra positif yang baik.

Lukman Hakim Saifuddin menambahkan bahawasannya media ini haruslah yang mempunyai sensasi, unik, kreatif, hadirkan tokoh-tokoh yang berkompetensi serta menghadirkan media yang cerdas. Apalahi persoalan pendidikan islam yang menyangkut keyakinan keberagaman dan kerukunan umat itu sangat penting, serta mampu menjawab tantangan global, melalui Dirjen Pendidikan Islam Kementerian agama menghadirkan tulisan yang menarik, sehingga mampu bersinergi dengan seluruh umat masyarakat Indonesia, buatlah seperti Bedah Pondok Pesantren atau pun bedah Madrsah, hal ini akan bisa mendongkrak pendidikan islam di mata media “Semua staf berhak bicara dimedia mengenai persoalan Kementerian Agama sekiranya mampu dan bisa, kenapa tidak?”, tambah Menteri Agama.

Acara dilanjut diskusi panel Staf Khusus Menag Hadi Rahman Sebagai Moderator Narasumber Andi Imron menuturkan yang meliput media berita haruslah sesuai dengan kode etik jurnalis. Lanjut Ahmad Kurniawan melakukan langkah-langkah yang nyata dalam media relation diantaranya media gathering, media briefing, media conference, media training, media visit, media tour, media release, media interview, dan media event.

Tambah Kamaruddin Amin Dirjen Pendidikan Islam haruslah menjadi yang nomor satu dalam menyajikan informasi lewat media, seperti menyediakan tulisan yang dimuat di Website, quote, video, iklan, media cetak, rihah mengirimkan penelitian internasional, cetak buku, majalah, komik, membuat film serta sampai souvenir. (ad/red)

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *