Kemenag Evaluasi Penyelenggaraan Imtihan Wathani Pendidikan Diniyah Formal Tahun 2022

Bogor (Kemenag) --- Sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran pada satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit. PD-Pontren) Ditjen Pendidikan Islam melakukan kegiatan evaluasi penyelenggaraan Imtihan Wathani (IW) Tahun 2022. Evaluasi dibahas  bersama di Bogor Jawa Barat, 14-16 Juli 2022. 

Direktur PD-Pontren Waryono berharap pasca pelaksanaan IW yang telah berjalan 5 tahun dapat dilakukan evaluasi secara komprehensif.  “Evaluasi yang bisa dilakukan diantaranya terhadap standar input, proses, maupun output” tutur pria kelahiran Cirebon di Bogor, (14/07/20220).

Selain itu, lanjut Waryono, evaluasi dilakukan melalui penyusunan regulasi pendukung penyelenggaraan IW disamping monitoring dan evaluasi terkait seluruh pelaksanaan fungsi Pendidikan pada PDF.

“Tahun ke enam IW perlu dibentuk panitia nasional yang melakukan persiapan dari sekarang, seperti Juknis Penyelenggaraan IW atau Juknis Penerimaan Santri Baru termasuk dalam hal standar nya karena selama ini kita hanya melakukan IW sedangkan proses penerimaan santri belum diatur sehingga standar inputnya masih belum jelas” terang Waryono.

Waryono menilai IW penting dilakukan karena dirasa masih perlu dalam kaitannya memudahkan koordinasi dengan lembaga penyelenggara pendidikan.

"Ke depan, di tahun 2023 perlu ditetapkan model pelaksanaan IW menggunakan Computer Base Test (CBT) dan disosialisasikan sejak saat ini dengan membuat surat edaran, bagi yang tidak dapat melaksanakan CBT untuk tidak diikutsertakan” pesan mantan Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga.

Kepala Sub Direktorat Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly (PDMA) Nurul Huda menegaskan bahwa evaluasi digelar dalam rangka perbaikan pelaksanaan IW yang telah dilaksanakan pada Februari 2022 kemarin. Hal-hal yang menjadi catatan pada pertemuan kali ini kiranya akan menjadi pertimbangan untuk dapat direalisasikan pada pelaksanaan IW ke depan. 

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan 13 (tiga belas) Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi yang menyelenggarakan IW; Pokja PDF Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan; sejumlah utusan PDF dari propinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Hadir sejumlah narasumber, antara lain dari Bagian Data, Informasi dan Kehumasan (EMIS) Ditjen Pendidikan Islam, Aspendif (Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal), Tim Pakar dari UIN Syahida Jakarta dan Tim IT aplikasi SIKAP (Sistem Informasi Ketenagaan Pesantren). [Khan]

Terkait