Kemenag Gelar Tracer Study Lulusan Pendidikan Kesetaraan Pesantren Salafiyah

Bandung (Kemenag) --- Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama menyelenggarakan tracer study Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PPS). 

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghofur,  mengatakan, tracer study dilakukan sebagai upaya melakukan pengukuran dan pemetaan kualitas lulusan. 

“Tracer Study merupakan bukti pengukuran kualitas lulusan dan profesionalisme lulusan pesantren. Untuk menunjukkan hal tersebut, maka perlu digitalisasi berupa sistem informasi tracer study,” tegas Waryono saat menutup Kegiatan Tracer Study, di Bandung, Jumat (25/3/2022). 

Dikatakan Waryono, Tracer Study lulusan Pendidikan Kesetaraan pada PPS juga dilakukan untuk mengidentifikasi relevansi kurikulum di pesantren dengan kebutuhan masyarakat.

Kasubdit Pendidikan Kesetaran DIT-PD Pontren Rahmawati menambahkan bahwa Tracer Study akan menjadi instrument untuk melacak jejak profesional dan aktivitas lulusan pendidikan kesetaraan PPS.

“Dari kegiatan ini diharapkan dapat diketahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan formal ke jenjang pendidikan tinggi maupun ke dunia profesional kerja,” ujar Rahmawati.

Wakil Rektor III UIN Bandung, Ahmad Fathoni, sebagai salah satu narasumber juga mengatakan bahwa tahapan tracer study bisa dilakukan melalui tahapan proses karir, keterampilan lulusan, bimbingan, fasilitas pembalajaran dan hasil tracer study itu sendiri.

Kegiatan ini berlangsung tiga hari, 24 - 26 Maret 2022. Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Ahmad Fathoni sebagai Wakil Rektor III UIN Bandung, Abdul Majid Muslim sebagai Ketua Umum Pokja PKPPS (Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah), Adi Saputra (Ketua Pokja Wilayah PKPPS), Cepy Slamet, S.P.I dan Dr. Yana Aditya Gerhana.

Terkait