Pentingnya Tata Kelola Lembaga pada SPM

Jakarta PD Pontren- “Keberadaan Lembaga, apalagi Lembaga Pendidikan Formal adalah dalam rangka melayani peserta didik” pernyataan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Waryono Abdul Ghofur,  yang disampaikan dalam sambutan pembukaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kependidikan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) pada hari Rabu, 6 April 2022 di hotel Ciputra Jakarta.

SPM merupakan salah satu satuan pendidikan formal jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dikelola oleh Direktorat  PD Pontren, yang sampai saat ini SPM berjumlah 138 lembaga. Lembaga pendidikan formal lainnya adalah Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada jenjang dasar dan menengah yang berjumlah 113 lembaga, sedangkan untuk jenjang pendidikan tinggi dinamakan Ma’had Ali yang baru mencapai 76 lembaga di Indonesia.

Selanjutnya, mantan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menekankan agar lembaga pendidikan formal yang ada di pesantren ini dikelola dengan sebaik-baiknya, setidaknya dapat memenuhi standar minimal pelayanan yang ditetapkan. Karena pesantren dari awal didirikan adalah sebagai pelayan umat dalam pendidikan agama Islam.

Dalam mengelola SPM, salah satunya adalah pengelolaan data lembaga. “Dengan data yang berkualitas, dapat digunakan untuk berbagai hal” tegas Calon Professor ilmu Syari’ah tersebut. Kemudian dia menjelaskan manfaat data yang berkualitas dapat menjadikan orang/lembaga lain memahami keberadaan lembaga yang dikelola pesantren dan tergugah untuk berperan serta meningkatkan kualitas pesantren dalam rangka melayani peserta didik.

Sementara pada laporannya, Kasubdit PDMA, Nurul Huda, menyampaikan tema tata kelola ini dipandang masih relevan dan perlu ditingkatkan bagi tenaga kependidikan pada lembaga formal yang ada di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini, dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan. (eNHa)

Terkait