Pesantren Miliki Model Pendidikan Modern Kelas Dunia

Oleh Afina Izzati

 

Penelitian yang dilakukan oleh Zulhannan, dkk dari Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama pada 2020 menyebutkan bahwa pondok pesantren era modern ini sangat inovatif dan sering kali dijadikan referensi kajian ilmiah.

Oleh karena itu mereka menyebut pesantren sebagai institusi kelas wahid.   Diketahui dari penelitian yang ada bahwa pesantren tidak hanya mengkaji materi agama, namun juga materi umum. Selain itu juga terdapat materi keterampilan, bahkan teknologi modern yang juga diikutkan di beberapa pondok pesantren.

Penelitian yang berjudul Sistem Pendidikan dan Jaringan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an di Kudus, Solo, dan Bogor, menilai eksistensi sistem pendidikan pondok pesantren dan jaringan yang ada sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Karena sesungguhnya pondok pesantren merupakan manifestasi dari kebutuhan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan nilai-nilai religius.

Selanjutnya, berdasarkan penelitian tersebut diketahui juga bahwa semakin berkembangnya zaman, maka eksistensi sistem dan jaringan pondok pesantren akan semakin luas.

Penelitian yang juga mengutip pendapat Tuanaya A, dkk yang menyebutkan bahwa pondok pesantren sebagai institusi pendidikan dan sosial yang tumbuh dan bekembang secara bersangsur-angsur, sejalan dengan situasi dan kondisi bangsa di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Karena itu, dalam penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pondok pesantren merupakan institusi pendidikan yang memungkinkan eksistensinya dalam transformasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Hal ini dilakukan dengan cara pendekatan studi Islam. "Pondok pesantren dapat menjaga dan menyalurkan nilai-nilai ajaran Islam secara holistik yang sudah sejak lama menjadi bagian dari kehidupan sosial, budaya masyarakat dan bangsa Indonesia," tulis peneliti dalam laporan penelitian tersebut.

Istilah Pondok Pesantren

​​​​​​​Para peneliti menyebutkan bahwa istilah pondok pesantren digunakan untuk memaknai sebuah pendidikan tradisional yang para santrinya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan ustadz atau kiai, di samping memiliki asrama sebagai tempat tinggal santri.

Sementara santri ikut eksis dalam kompleks yang tersedia, termasuk masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar dan kegiatan keagamaan lainnya.

Penelitian itu juga menyebutkan bahwa kompleks tersebut biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku. Diketahui dalam penelitian, bahwa pondok pesantren memiliki dua istilah. Secara etimologi dasar adalah tempat belajar para santri, sedangkan pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana terbuat dari bambu. Di samping itu, term pondok berasal dari Bahasa Arab 'funduq', yang artinya asrama atau hotel.

 

*Artikel ini telah tayang di nu.or.id

Terkait