Berita

Lukman Hakim Saifudin: Pesan Santri dan Kartun

IMG_8326
Menag Lukman hakim Dalam Sambutan Pembukaan Kartun Santri Nusantara (aqsho Dit.PdPontren)

Ditpdpontren, Jakarta – Kartun merupakan gambar ilustrasi yang bisa memberikan arti dalam kehidupan, Di zaman modern ini, kalangan santri masih konsisten menjaga tradisi dengan mengaji. Sementara kartun dimata santri adalah karya seni yang penuh candaan tapi penuh penghayatan imajinasi. Santri dan kartun bagi sebagian orang masih terdengar aneh dan memberi kesan tersendiri.

Lomba, Pameran dan Sarasehan kartun Santri Nusantara melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, kartun santri nusantara ini di bertujuan untuk memberikan ruang para santri terutamanya agar bisa berekpresi menelurkan ide dan gagasan melalui karya-karya kartun yang indah dan elegan. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Dirjen Pendis sejak bulan september yang lalu.

Karya lomba kartun santri ini bertemakan “Bernegara dan beragama yang santun berakhlak”, hasil karya kartun ini di nilai langsung oleh dewan juri KH. Musthofa Bisri, Pramono R, Kus Indarto dan Abdullah ibnu Thalhah. Peserta lomba kartun santri nusantara di ikuti 750 peserta santri dan 1500 karya kartun yang terkumpul di panitia.

Launching Pameran dan Sarasehan Kartun Santri Nasional di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (24/11), Sarasehan yang di isi oleh KH. Zawawi Imran selaku kyai dan seniman ini juga mempersembahakan puisi yang berjudul “Ibu” untuk menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.

sejumlah kurator kartun nasional seperti Kuss Indarto ikut hadir dan memeriahkan  Acara yang akan berlangsung dari  24 – 30 November 2015, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di Galeri Nasional, ikut hadir Sekjen Nursyam, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen, dan penanggungjawab acara kartun santri nusantara Abdul Rouf , serta tuan rumah Galeri Indonesia, Lempuk Setyanegara,

Menurut Lukman Hakim, banyak kesamaan antara seni kartun dan santri, 3 hal di antaranya adalah: pertama, kartun dan santri sama-sama memiliki ruh, memliki jiwa intelektual. “Kartun selalu merupakan artikulasi apa yang ada dalam fikiran yang dituangkan dalam bentuk lukisan,visual, dan gambar,” tambahnya.

Kedua, baik kartun dan santri selalu berupaya mengubah kehidupan sosial kemasyarakatan ke arah yang lebih baik melalui pesan kartun yang penuh pesan-pesan yang membangun. Ketiga, kartun dan santri, keduanya mengandung unsur homor, setidak-tidaknya suka dengan hal-hal yang humoris. Karya-karya kartun sangat kaya dengan nilai humor, santri juga kaya dengan humor. “Kalau tidak suka humor, kesantriannya dipertanyakan,” canda Menteri Agama.

“Dunia kartun merupakan media yang strategis untuk menyampaikan kedamaian, toleransi kesejukan, sehingga kehidupan keberagamaan kita semakin baik,” Tegas Menteri Agama.

One thought on “Lukman Hakim Saifudin: Pesan Santri dan Kartun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *