Arah kebijakan dan strategi

Berdasarkan isu kebijakan yang telah digambarkan, kebijakan PBSB diarahkan pada hal sebagai berikut:

  1. Memperkuat kerjasama dengan Perguruan Tinggi Mitra dan Pesantren sebagai upaya untuk meningkatkan pembinaan mahasantri dan peneguhan komitmen pengabdian;
  2. Optimalisasi pilihan program studi agama, manajemen pendidikan, dakwah, sains dan teknologi, kedokteran dan kesehatan, ekonomi, sosial dan humaniora serta tanaman dan pertanian;
  3. Tindakan afirmatif melalui kompetisi berbasis provinsi dan asal Pesantren dalam rangka pemerataan sebaran mahasantri dari berbagai wilayah;
  4. Penguatan tata kelola Program Beasiswa Santri Berprestasi;
  5. Penguatan fungsi pembinaan masa studi oleh Kementerian Agama, Perguruan Tinggi Mitra dan Pesantren dalam rangka memperluas wawasan serta intensifikasi dan diversifikasi keilmuan.

 

Dalam rangka mewujudkan arah kebijakan tersebut, diperlukan strategi berikut:

  1. Strategi Umum

Program Beasiswa Santri Berprestasi Program Studi Keagamaan, Manajemen Pendidikan, Sains dan Teknologi, Kedokteran dan Kesehatan, Ekonomi, Sosial Humaniora, dan Tanaman dan Pertanian melalui sistem seleksi terbuka untuk peserta baru (angkatan 2021) dari seluruh Pesantren yang telah memiliki tanda terdaftar Pesantren pada Kementerian Agama.

  1. Strategi Khusus
  1. Penguatan tata kelola Bantuan Beasiswa Santri Berprestasi.
  2. Pemberdayaan santri peserta PBSB melalui pembinaan dan pendampingan, serta pembimbingan pada organisasi peserta PBSB maupun alumni dengan fokus pada peningkatan kualitas dan peneguhan komitmen pengabdian.

Optimalisasi materi seleksi kepesantrenan, keagamaan, dan wawasan kebangsaan dalam rangka mendapatkan mahasantri yang cakap, menguasai dasar keilmuan keislaman, serta moderat.