tentang PBSB

  1. Program Beasiswa Santri Berprestasi disingkat menjadi PBSB adalah sebuah program afirmatif perluasan akses santri untuk melanjutkan studi sarjana dan profesi melalui suatu program yang terintegrasi mulai dari proses kerjasama, pengelolaan, sistem seleksi, serta pemberian bantuan pembiayaan yang diperlukan bagi santri yang memenuhi syarat, sampai dengan pembinaan masa studi dan pembinaan pengabdian setelah lulus. Program afirmatif ini secara khusus ditujukan bagi lulusan pesantrenPondok Pesantren, Dayah, Surau, Meunasah, atau sebutan lain, yang selanjutnya disebut Pesantren adalah lembaga yang berbasis masyarakat dan didirikan oleh perseorangan, yayasan, organisasi masyarakat Islam, dan/atau masyarakat yang menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., menyemaikan akhlak mulia serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil‘alamin yang tercermin dari sikap rendah hati, toleran, keseimbangan, moderat, dan nilai luhur bangsa Indonesia lainnya melalui pendidikan, dakwah Islam, keteladanan, dan pemberdayaan masyarakat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. Perguruan Tinggi Mitra Kementerian Agama dalam PBSB Tahun Anggaran 2021 yang selanjutnya disingkat PTM adalah: 1) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, 2) UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 3) UIN Sunan Ampel, Surabaya, 4) UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, 5) UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 6) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 7) UIN Walisongo, Semarang, 8) Institut Pertanian Bogor, 9) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 10) Universitas Airlangga, Surabaya, 11) Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, 12) Universitas Cenderawasih, Jayapura, 13) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 14) Universitas Islam Malang, 15) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 16) Universitas Al-Azhar, Kairo, 17) Ma’had Aly As’adiyah, Sengkang, 18) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Jombang, 19) Ma’had Aly Kebon Jambu, Cirebon, 20) Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo, 21) Ma’had Aly Maslakul Huda, Pati, dan 22) Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah, Jakarta, 23) Universitas Indonesia, Depok, 24) Universitas Negeri Jakarta, 25) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta, 26) Universitas Islam Nusantara, Bandung, 27) Universitas Wahid Hasyim, Semarang, 28) UIN Sumatera Utara, Medan, 29) Universitas Islam Makassar, 30) Universitas Mataram, dan 31) Institut Agama Islam Bunga Bangsa, Cirebon;
  3. Pendidikan Pesantren adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Pesantren dan berada di lingkungan Pesantren dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan Pesantren dengan berbasis kitab kuning, dirasah islamiyah dengan pola pendidikan mu’allimin;
  4. Kitab Kuning adalah kitab keislaman berbahasa Arab atau kitab keislaman berbahasa lainnya yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di Pesantren;
  5. Dirasah Islamiah dengan Pola Pendidikan Mu’allimin adalah kumpulan kajian tentang ilmu agama Islam yang terstruktur, sistematis, dan terorganisasi;
  6. Santri adalah peserta didik yang menempuh pendidikan dan mendalami ilmu agama Islam di Pesantren;
  7. Kiai, Tuan Guru, Anre Gurutta, Inyiak, Syekh, Ajengan, Buya, Nyai, atau sebutan lain yang selanjutnya disebut Kiai adalah seorang pendidik yang memiliki kompetensi ilmu agama Islam yang berperan sebagai figur, teladan, dan/atau pengasuh Pesantren;
  8. Satuan Pendidikan Muadalah yang selanjutnya disingkat SPM adalah satuan pendidikan Pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan Pesantren dengan berbasis Kitab Kuning atau Dirasah Islamiyah dengan Pola Pendidikan Mu’allimin secara berjenjang dan terstruktur;
  9. Pendidikan Diniyah Formal yang selanjutnya disingkat PDF adalah pendidikan Pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan Pesantren yang berbasis Kitab Kuning secara berjenjang dan terstruktur;
  10. Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah yang selanjutnya disingkat PKPPS adalah satuan pendidikan jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan setara dengan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK/MAK;
  11. Madrasah Aliyah Swasta yang selanjutnya disingkat MAS yang berada dalam naungan Pesantren, adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Kementerian Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam;
  12. Madrasah Aliyah Negeri yang selanjutnya disingkat MAN yang berada dan/atau menjadi bagian dari satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pesantren/berada di bawah binaan Pesantren;
  13. Ma’had Aly adalah pendidikan Pesantren jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Pesantren dan berada di lingkungan Pesantren dengan mengembangkan kajian keislaman sesuai dengan kekhasan Pesantren yang berbasis Kitab Kuning secara berjenjang dan terstruktur;
  14. Nomor Statistik Pesantren yang selanjutnya disingkat NSP adalah nomor identitas yang diperuntukkan bagi Pesantren;
  15. Kementerian adalah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama;
  16. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama;
  17. Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana pada Kementerian yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan Islam;
  18. Direktur Jenderal adalah pemimpin Direktorat Jenderal;
  19. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang selanjutnya disebut Kantor Wilayah adalah instansi vertikal pada Kementerian di tingkat provinsi;
  20. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang selanjutnya disebut Kepala Kantor Wilayah adalah pemimpin Kantor Wilayah.