Basnang Said : Mahasantri PBSB Harus Mampu Menularkan Spirit Kepesantrenan dan Nasionalisme

Jogja (Ditpdpontren) — Mewakili Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Basnang Said sebagai Kasubdit Pendidikan Pesantren menyampaikan betapa pentingnya mempertahankan dan menularkan jiwa nasionalisme di kalangan mahasiswa.

Hal ini disampaikannya di hadapan para pengelola Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari perguruan tinggi mitra (PTM), Senin (01/04).

Pun demikian, mahasantri on going dan yang akan direkrut melalui PBSB sedianya harus mampu menularkan spirit kepesantrenan dan nasionalisme di lingkungan PTM yang dirasa semakin terhadang tantangan yang sangat besar, tak lain persoalan kebangsaan.

Begitu pula dengan calon mahasantri yang akan kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo melalui PBSB Luar Negeri. Mahasantri diharapkan tidak terpengaruh dengan ideologi-ideologi yang bertentangan. “Kami mengupayakan membangun komunikasi dengan pihak kampus untuk secara intens melakukan pengawasan dan pembinaan”, ujarnya.

PBSB adalah contoh komitmen perhatian pemerintah yang diberikan bagi kalangan pesantren. Tidak lain karena pesantren selalu hadir dalam mempertahankan keutuhan NKRI.

“Mahasantri PBSB dibiayai oleh negara. Patutnya mereka yang akan meneruskan perjuangan ulama nusantara dalam menjaga kedaulatan negara pula. Bukan sebaliknya”, pungkas Basnang yang merupakan alumni Pesantren As’Adiyah Sengkang.

Pria yang kerap mendapatkan beasiswa selama kuliah S1 hingga S3 di UIN Alauddin Makassar ini pun merasa terketuk untuk mengajak mahasantri PBSB berkomitmen serupa.

Layaknya patriot ia menyampaikan, “kedaulatan negara saat ini ada di tangan generasi santri millennial. PBSB akan menghasilkan sarjana cendekia yang religius. Karenanya wajah pesantren adalah wajah Indonesia”, tutup Basnang. (Hery Irawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.